Jumat, 19 Februari 2016

Video Motivasi : Surat Seorang Ibu


       Video ini saya dapatkan dari google dan saya remake untuk memberi cover. Video ini juga pernah menjadi bahan tugas kuliah saya dulu saat dibangku kuliah semester 1 mata kuliah pendidikan karakter, tepatnya pada tahun 2011. Semoga bermanfaat dan memberikan inspirasi positif untuk kita semua. 

Berikut deskripsi sinopsis ceritanya :
             Kisah sebuah keluaga yang terdiri dari seorang ibu dan 2 orang anak laki – laki dan perempuan, sebut saja anak perempuan yang juga sebagai kakak ini bernama Ade dan adik laki – lakinya bernama Alu. Kisah/film pendek ini berasal dari Malaysia. Dalam sebuah kisah tersebut si ibu menuliskan atau berceritakan dalam sebuah surat yang nantinya kelak akan diberikan untuk anak-anaknya saat dewasa.Si ibu bercerita tentang tentang 15 tahun silam, saat itu ade berumur 7 tahun dan adiknya alu berumur 6 tahun. Ketika itu ibu dan kedua anaknyaini hidup dalam perekonomian yang sangat sederhana. Tapi kondisi tersebut si ibu tetap menyayangi kedua anaknya dalam kondisi apapun. Si ibu bercerita begitu cepatnya waktu ini berlalu. Saat itu pada suatu hari ibu dan kedua anaknya ade dan alu jalan - jalan ke sebuah area perkebunan, saat dalam perjalanan mau menuju pulang tiba – tiba kaki ade mengenai paku saat berjalan. Tiba – tiba ade berteriak untuk meminta tolong ke ibu. Saat itu ade berjalan di belakang ibu . “Ibu tolong, kakiku sakit” ucap ade dengan tangisan yang sambil menahan rasa sakit di kakinya. Lalu ibu yang saat itu berjalan membelakangi ade langsung menoleh kebelakang dan langsung sigap menolong ade. Ibu yang tak tega melihat kaki ade yang berdarah langsung menyobekkan sedikit kain sarung yang dipakainya untuk perban agar tidak terjadi infeksi pada kaki ade. Alu adik ade hanya bias menertawakan kondisi ade saat itu, karena usia mereka masihlah anak – anak.
            Lalu ibu segera menggendong ade karena tak tega kakinya yang masih sakit. Lalu di perjalanan pulang saat ade digendong oleh ibunya ade bercerita kepada ibunya kelak dia bercita – cita ingin menjadi dokter, agar kelak dia bisa mengobati ibunya dikala sedang sakit. Ibu mengaminkan dalam hati agar cita – cita ade dapat dikabulkan oleh Allah SWT. Tetapi saat itu juga si ibu berbicara dalam hati, akankah kelak meraka dewasa meraka bisa melakukan hal yang sama yakni merewat ibunya.
            Setelah sampai di rumah ibu menghampiri alu, adik bungsu dari ade yang sedang tampak merenung karena ia tidak percaya diri pada hasil lukisan yang dibuatnya itu kurang bagus. Lalu ibu mencoba menghibur  alu dan berkata “Walau ibu tak pernah melihat lukisan yang sangat bagus, tetapi lukisan alu adalah lukisan yang sangat bagus selama ibu lihat”. Ucap ibu. Lalu setelah alu menghibur alu akhirnya alu kembali tampak ceria dan melanjutkan kembali lukisan yang dibuatnya. Dalam lukisan itu alu melukis tentang keluarganya, yakni gambar ibu, ade kakaknya dan alu saat berjalan – jalan ke kebun. Lalu ibu bertanya kepada alu. “Apa cita – cita kamu kelak nak? “. Tanya ibu. Dan alu menjawab “Saya ingin menjadi seorang photographer bu’..”. jawab alu denga  penuh optimisme untuk meraih cita –citanya itu. Dan ibu pun mengaminkan dalam hati cita – cita yang di inginkan oleh alu.
            15 tahun kemudian saat itu ramadhan di tahun 2007. Ade dan alu sudah beranjak dewasa dan masing – masing telah merantau dalam sebuah kota. Ade akhirnya bisa mewujudkan cita – citanya yakni menjadi dokter, dan begitu juga dengan alu pun kini menjadi seoran photographer yang cukup tekenal. Saat itu ibunya tetap tinggal sendiri dirumah. Selama 5 tahun belakangan ini ibu merasa kangen akan suasana rumah saat berkumpul dengan kedua anak – anaknya. Hingga pada saat itu ibu yang tidak bisa lagi menahan rasa rindu kepada anak – anaknya, akhirnya ibu mencoba menghubungi alu melalui telepon dan menanyakan kapan ia akan pulang untuk menjenguk ibunya. Saat di telepon ibu berkata “Alu, kapan kamu pulang, ibu kangen sama kalian semua. 5 tahun lebaran ini kalian tak sedikitpun menjenguk ibu nak”. Tanya ibu sambil tak kuasa menahan rasa kengennya itu. Lalu saat itu alu yang sedang sibuk dalam acara pemotretan alu dengan mudahnya menjawab “Iya bu, saya masih sibuk sekarang, nanti saya akan menyusul menjenguk ibu”. Jawab alu dengan nada bicara ketidakpastian terhadap apa yang diucapkannya. Lalu ibu yang kesehariannya dalam kesepian karena ditinggal anak – anaknya. Ibu pun selalu mengharap orang – orang yang lewa didepan rumahnya itu adalah kedatangan anak – anaknya. Tapi beberapa hari kemudian saat ibu bangun tidur ibu batuk dan mengalami sesak nafas dan merasa dirinya seperti tidak bisa hidup lebih lama lagi. Lalu akhirnya ibu mencoba menghubungi ade melalui telepon dan berkata kepada ade “Ade kapan kamu pulang nak..ibu disini sendirian, kangen sama kalian semua. Kondisi ibu sekarang sakit – sakitan nak, ibu butuh perawatan dari kalian semua”. Ujar ibu sambil menangis. Dan ade pun lagi – lagi menjawab dengan mudahnya “Sebentar bu..nanti saya telepon lagi,ada pasien yang sedang kritis membutuhkan perawatan segera”, jawab ade dengan rasa seolah – olah tidak peduli dengan tangisan Tanya dari ibunya sambil menutup telepon dari ibunya. Dan di beberapa hari kemudian saat ibu hendak sholat, ibu menuliskan sebuah surat untuk pesan terhadap anak – anaknya kelak jika ibu telah tiada meninggalkan meraka.dalam surat itu ibu berpesan ade dan alu walau ibu sudah tiada kalian harus rukun.harus selalu bersama – sama, karena kita adalah keluarga dan untuk alu, alu belum membuat album foto keluarga kita nak. Hanya lukisan alu itu yang ibu simpan baik – baik hingga saat ini. Lalu seusai sholat ibu merasa bahwa dirinya sudah tidak bisa bertahan hidup lebih lama lagi. Dan saat dzikir ibu tiba – tiba tersandar ke tembok dan melepaskan tasbih yang sedang ia pegang sambil melemas seperti hendak pingsan sambil menyebut nama ade dan alu, ibu sayang sama kalian walau sampai kapanpun. Dan akhirnya si ibu menghmbuskan nafas terakhirnya saat itu. Dan bebeapa hari kemudian ade dan alu yang mengetahui inormasi bahwa ibunya telah tiada meraka langsung pulang kerumah bersaman dengan rasa tangis dan sesal saat meraka tahu ibunya telah dimakamkan. Dan meraka hanya bisa melihat surat dari pesan ibunya untuk keterahir kalinya. Mereka hanya menangis dan meyesalkan waktu yang ia gunakan selama kesibukan krjanya tak sedikit pun meluangkan waktu untuk menjenguk ibunya.

             Hikmah pribadi yang bisa saya ambil dari kisah ini adalah kadang kita sering melupakan jasa – jasa ibu kita yang telah membesarkan dan merawat kita dari kecil hingga dewasa, hingga kita menggapai cita – cita yang kita harapkan dan inginkan. Kita kadang tidak pernah memikirkan jasa apa yang kita lakukan untuk membalas jasa ibu kita selama ini. Maka dari itu kita sungguh terlalu dan hina jika kita semena – mena membantah ibu kita apalagi sampai kita melawan ibu kita. Saya pribadi inigin sekali kelak saya telah sukses  orang yang akan saya bahagiakan sebelum saya adalah ibu khususnya keluarga. Karena tanpa meraka saya bikanlah apa – apa. Hal yang membuat saya bahagia dalam hidup saya selain bersama pasangan atau pacar adalah kebahagiaan saat berkumpul bersama keluarga. Ibu, ayah, adik ,nenek dan keluarga besar lainnya. Kebahagiaan itu tidak bisa saya bandingkan dengan kebahagiaan lainnya. Apalagi jika saya merenung tentang jasa – jasa keluarga apalagi ibu kita yang memperjuangkan saya hingga seperti sekarang ini. Saya beroptimis untuk membahagiaan keluarga saya. Terima kasih…semoga kisah ini bisa memberi manfaat untuk kita semua.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar