Selasa, 23 November 2010

Jangan Gunakan Keahlian Kita Untuk Menilai Orang lain

Ada seorang pemuda yang untuk mendapatkan gelar kesarjanaannya di Tugaskan untuk melakukan penelitian ke sebuah desa. Untuk menuju desa tersebut ia harus melewati sebuah sungai yang lebar dan dalam.
Dia mencari perahu yang bisa membawanya menyeberangi sungai. Pada kesempatan itu, ia berjumpa dengan seorang kakek tua yang sedang duduk beristirahat diatas perahunya. Ia meminta kakek itu menyebrangkannya dengan perahunya. Setelah bernegosiasi cukup lama, akhirnya dicapai kesepakatan. Pemuda itu pun naik ke atas perahu.
Sepanjang perjalanan terjadi percakapan yang diwarnai dengan pertanyaan-pertanyaan dari pemuda itu, “Apakah Kakek bisa berbahasa Inggris?”
Sambil mendayung, si kakek menjawab, “Tidak Bisa, Nak.”
“Kalau begitu kakek kehilangan 1/5 bagian dari kehidupan ini,” kata pemuda tersebut.
Merasa dirinya lebih pintar, pemuda itu bertanya lagi, “Apakah Kakek bisa menggunakan Komputer?”
Jawaban yang sama keluar dari mulut kakek itu, “Tidak Bisa, nak”
Dengan rasa sangat bangga terhadap dirinya, pemuda itu terus melancarkan pertanyaan, “Apakah Kakek mengerti ilmu akuntansi?”
Lagi-lagi si kakek menjawab, “Tidak Tahu, Nak.”
“Sayang sekali, Kek. Kakek telah menyia-nyiakan kehidupan ini. Bahkan, sebenarnya telah kehilangan 3/5 bagian dari hidup ini,” ujar pemuda tersebut.
Percakapan terhenti, suasana menjadi hening. Tidak lama kemudian angin timur tertiup, makin lama makin kencang, perahu itu terombang-ambing oleh angin dan gelombang. Pemuda itu terlihat gelisah.
Melihat hal itu, si kakek lalu bertanya kepada pemuda terseut, “Nak, apakah kamu bisa berenang?”
“ Tidak, kek. Saya belum pernah belajar berenang,” jawab pemuda itu dengan wajah pucat.
Kemudian si kakek berkata lagi, “kalau begitu kamu, kamu akan segera kehilangan 5/5 bagian (100%) dari hidup ini.”
PESAN / Moral :
Sebagai manusia, kita kadang-kadang berlaku sombong atau suka menilai orang lain berdasarkan keahlian kita. Kita lupa bahwa setiap orang mempunyai keahlian dan keunggulannya masing-masing. Misalnya, Kamu sebagai ahli komputer tidak bisa mengatakan mereka yang tidak menguasai komputer sebagai orang yang bodoh atau levelnya di bawah kamu. Suatu keahlian atau kepandaian hanya berguna bila
pada waktu dan tempat yang benar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar