Jumat, 13 Mei 2016

Cara Restore dari Image Kapasitas Besar ke Hardisk yang Kapasitas Kecil (Studi Kasus : Linux Lubuntu 12.04.3 LTS )

Pernah kita menemui sebuah studi kasus suatu ketika kita melakukan sebuah cloning linux yang kita remastering/remake sesuai dengan kebutuhan atau settingan yang telah kita buat, namun kita ingin memperbanyak linux tersebut ke hardisk-hardisk yang lain. Apakah bisa? jawabannya adalah tentu bisa. Caranya adalah dengan mencloning linux tersebut. Kemudian misal linux yang akan kita cloning atau yang akan kita jadikan image adalah linux yang terdapat/terinstall pada hardisk berukuran 80 GB supaya dapat direstore kedalam hardisk lain, bagaimana? Jawabannya yaitu dengan mencloning dan merestorenya. Suatu ketika kita memiliki 3 buah hardisk yang siap untuk kita jadikan hardisk restoran dari linux yang telah kita remaster tadi. Hardisk A adalah berukuran 80 GB dan hardisk B berukuran 160 GB dan hardisk hardisk C adalah berukuran 40 GB.

Mari kita bahas. Terdapat salah satu tools yang dapat mencloning dan merestore suatu hardisk, sebut saja adalah “CloneZilla”. Clonezilla adalah salah satu tools yang berbasis GNU/Linux, simpel dan mudah digunakan. Pada studi kasus di atas kita anggap sebelumnya kita telah melakukan cloning denga mode “save disk” dari hardisk linux yang telah kita remaster tadi yaitu hardisk yang kapasitasnya 80 GB menjadi IMG yang tersimpan disebuah hardisk 1 Tera. Kemudian kita restore image tersebut ke hardisk A yang tadi ukurannya adalah 80 GB, dengan cara yang umumnya yaitu “restore disk” mode “beginner” pada clonezilla hardisk A tadi yang 80 GB dapat direstore dari image linux yang telah dibuat. Dan hasilnya berhasil. Lalu kita lanjutkan dengan merestore ke hardisk B yang berukuran 160 GB, dengan cara yang sama pada umumnya di tools clonezilla seperti hardisk A tadi hardisk B 160 GB tersebut berhasil direstore menjai hardisk yang isinya apabila kita booting adalah linux yang yang semula tadi kita remaster, karena kita cloning menjadi IMG dan direstore kembali ke hardisk lain maka isinya pun sama. Lalu kemudian bagaimana dengan merestore ke haridisk C yang berukuran 40 GB, apakah dengan cara umum seperti yang kita lakukan pada hardisk A dan B juga kan berhasil di hardisk C. Silahkan dicoba untuk lebih memahami. Namun dari hasil yang telah saya lakukan adalah tidak berhasil, saat memulai proses restore clonezilla akan mencul notifikasi bahwa hardisk tujuan lebih kecil daripada sumber image yang akan direstore. Kenapa? jawabannya adalah apabila kita perhatikan mode pada clonezilla saat akan merestore suatu image ke hardisk ada pilihan “Beginner” dan “Expert”, maka dari sinilah terdapat perbedaannya apabila kita hendak ingin merestore disk sebuah image yang sumbernya lebih besar dari hardisk tujuan. Perbedaannya adalah pada mode “Expert” yang kita pilih bukan “beginner”. Lalu kemudian pada urutan langkah-langkah setelah itu akan ada pilihan opsi yang harus dipilih, yaitu menambahi opsi “icds”. Icds ini yang dapat melakukan metode restore yang kapasitas tujuannya lebih kecil dari hardisk sumbernya. Untuk lebih lengkap dan detailnya berikut adalah hasil implementasi yang pernah saya buat, kemudian saya dokumentasikan sebagai catatan kecil pengingat ketika suatu hari lupa dan sekaligus sebagai media berbagi pengalaman dan ilmu seputar clonezilla. 

Berikut caranya :


















Selesai, Semoga bermanfaat dan selamat belajar
Indahnya berbagi, Sampai jumpa pada kesempatan sharing berikutnya.
Terima kasih.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar