Jumat, 24 Juni 2011

Perbandingan Memory Dual Channel Dengan Triple Channel

Dual Channel / Triple Channel:

Kemampuan memory controller untuk meningkatkan lebar bus data dari 64 bit menjadi 128 bit. Pada kecepatan (clock speed) memori yang sama, teknologi dual channel secara teoritis mampu meningkatkan transfer data maksimum hingga dua kali lipat. Setiap siklus clocknya akan mentransfer data dua kali lebih banyak dari kondisi normal. Peningkatan performa setinggi ini hanya terjadi pada memori, bukan pada performa sistem komputer secara keseluruhan. Pengaruh penggunaan fitur dual channel terhadap peningkatan performa komputer secara keseluruhan, tidak terlampau tinggi, malahan dapat dikatakan tidak begitu mencolok.

Tidak semua komputer dilengkapi fitur teknologi dual channel. Fitur ini hanya terdapat pada komputer-komputer tertentu yang memiliki fasilitas sebagai berikut:

- Memory controller menyediakan dukungan penggunaan teknologi dual channel. Pada PC berbasis Intel, memory controller ini terdapat pada chipset di motherboard, sedangkan pada PC berbasis AMD, memory controller ini terdapat dalam CPU.

- Jumlah slot/socket memori pada motherboard harus lebih dari satu (sedikitnya harus tersedia dua slot). Jika hanya tersedia satu slot, fitur dual channel tidak akan dapat dimunculkan. Untuk menjalankan fitur dual channel, peletakan modul memori pada slot di motherboard tidak boleh sembarangan. Masing-masing modul memori harus dipasangkan pada urutan slot ganjil saja atau genap saja. Jika terdapat petunjuk warna pada slot memori, pasangkan modul memori pada slot yang warnanya sama. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat buku manual dr masing2 motherboard.

- Terdapat dua atau empat keping modul memori (DDR, DDR2 atau DDR3) yang identik dan kompatibel dengan fitur teknologi yang disediakan oleh motherboard (chipset) dan CPU yang digunakan. Jika hanya terdapat satu modul memori, maka fitur teknologi dual channel tidak dapat dimunculkan.


Memory dual channel


Dual Channel (Dual = dua, channel = kanal, saluran) merupakan salah satu prinsip kerja RAM. Prinsip ini membutuhkan 2 (Dua) Memory Modul (2 Keping RAM) yang sama dan identik serta kemampuan Mainboard dan Chipset mendukung penggunaan Dual Channel. Sebenarnya modul identik tidak diperlukan, tetapi hal ini sering dianjurkan untuk operasi dual channel terbaik. Prinsip ini mampu mempercepat kinerja RAM dibanding Single Channel.

Pada memory dual channel, ketika ada data yang akan di proses di dalam prosesors maka proses akan di bagi menjadi dua di dalam ram tersebut . Jadi 50% pada memori pertama dan 50% lagi pada memori yang kedua. Jadi ketika data tersebut dibutuhkan oleh sistem maka ram akan bekerja secara bersamaan untuk mengirimkan data pada prosesor sehingga kerja ram dan komputer lebih efisien .

Analogi Single Channel dan Dual Channel (Pengumpamaan).
Total RAM = 1024 MB -> Umpamakan 1 liter botol

Apabila dengan prinsip Single Channel, akan menjadi 1 x 1024 MB (1 x 1 liter botol dengan masing2 satu mulut botol, total 1 mulut botol).
Apabila dengan prinsip Dual Channel, akan menjadi 2 x 512 MB ( 2 x 0,5 liter botol dengan masing2 satu mulut botol, total 2 mulut botol)

Nah, masing-masing mulut botol tadi, diberi selang yang diameter dan debit airnya sama, otomatis botol pada Dual Channel akan lebih cepat penuh. Jadi kesimpulannya, dengan kapasitas RAM yang sama namun konfigurasi kepingan yang berbeda, akan lebih cepat jalur transfer data pada prinsip Dual Channel.


Memory triple channel


Teknologi ini ada bersamaan dengan diluncurkannya chipset nVIDIA X58, tidak sama dengan teknologi dual channel sebelumnya, triple channel memiliki kemampuan yang lebih bagus lagi. Memang tujuan teknologi ini sama, yaitu untuk mengeliminasi bootleneck yang kerap terjadi dari latency RAM yang cukup tinggi. Juga multi-channel ini mampu meningkatkan kecepatan dan performa dari seluruh sistem.

Teknologi ini akan dipengaruhi sepenuhnya oleh memory contoller tersebut, di mana data flow antara prosesor dan sistem memory (RAM) akan diatur sedemikian rupa sehingga nilai maksimal dari setiap modul memory akan tercapai. Namun pada saat kecepatan RAM tidak bisa mengikuti atau di bawah kecepatan sebuah prosesor, maka bottleneck yang disebutkan tadi akan terjadi, karena prosesor disini tidak memiliki ruang di memory untuk melakukan proses. Pada sistem single channel, BUS speed yang lebih tinggi dibandingkan kecepatan system memory juga akan menjadikan bottleneck pada sistem secara keseluruhan.

Pada teknologi triple channel, bottleneck akan dikurangi sampai sedikit-dikitnya, sehingga penggunaan system tidak akan mengalami lagi apa yang dinamakan bottleneck. Cara yang digunakan oleh teknologi ini memang mirip dengan teknologi dual channel, hanya saja dibedakan pada bandwidth yang dilipatgandakan. Jika pada dual channel bandwidth dilipatgandakan hanya dua kali saja, maka pada teknologi triple channel bandwidth dilipatgandakan menjadi tiga kali lipat.

Dengan kemampuan triple channel, dipastikan bottleneck akan berkurang sangat drastis. Cara ini kami pandang saat ini yang paling relevan untuk mengurangi bottleneck pada RAM dan system secara keseluruhan, daripada Anda diharuskan menunggu teknologi RAM yang sepertinya memang jalan di tempat. Meskipun kita tahu bahwa ada teknologi mulai DDR, DDR2, sampai DDR3 dengan clock yang bernilai fantastis, namun pabrikkan tidak bisa mengurangi yang dinamakan latency, dimakan semakin tinggi clock yang dimiliki oleh sebuah RAM, maka akan semakin tinggi pula latency-nya. Ini bisa direduksi dengan penerapan teknologi multi channel dari RAM, baik dual channel maupun triple channel. 
Triple channel memori memberikan dua mode:
  • Mode saluran Triple diaktifkan ketika modul memori identik yang cocok dipasang di masing-masing dari tiga saluran memori.
  • Jika hanya dua dari konektor memori yang diisi dengan memori yang cocok, maka mode dual channel yang akan diaktifkan.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar